Alegori

Kamu itu seperti dia, datang malu-malu dengan kedipan sayu.

Lugu, lalu tersipu-sipu.

Pelan-pelan mendekati, menyeka redup menyemat kirana.

Berharmoni dengan tempo lalu mendadak staccato.

Menarik tali kekang, mendominasi segala bentang.

Tak ada ruang yang terlewati pandanganmu, bahkan palung Mariana tau kehadiranmu.

Aku suka.

Aku suka dominasimu.

Aku suka transisi itu.

Aku suka karena dominasimu menghangatkanku.

Semakin menghanyutkan saat kemudian kau perlahan menghilang.

Memberikanku waktu sekaligus menyulut rindu.

Mengambil peran, kita bergantian.

Aku itu seperti dia, sering kontras dengan lingkaranku.

Tapi itu yang menjadi daya pikatku.

Banyak yang bilang temaramku mendatangkan ilham.

Tak sedikit yang berjaga menemaniku melewati malam.

Berkontemplasi sambil menikmati sepi.

Kamu suka tersenyum kalo melihatku berulah.

Berganti-ganti, berjuta emosi.

Menjadi atraksi bagi mereka setelah senja.

Menggirangkan mereka yang bermuram durja.

Kamu suka.

Kamu suka antusiasmeku.

Kamu suka bagaimana aku menjadi bintang tanpa harus beridentitas bintang.

Semakin terjerat karena aku suka merayu.

Memang musuh kita cuma waktu.

Detik pergantian menjadi harta karun untuk bersatu.

Ah, tapi biarlah semua alamiah begitu.

Aku, kamu, kita sama-sama tau.

———————–

A paraphrase of Novi Kresna Murti’s piece in photograph for POSKARTRAVELER PROJECT 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: